Oleh: jendelahatiku | Juni 6, 2010

MAS KAWIN YANG MENGEJUTKAN

Masyarakat tiba-tiba dikejutkan dengan adanya fatwa haram karena memakai cincin yang di dalamnya ada darah kedua pengantin. Wah tentunya ini kejutan perkawinan bagi orang lain dan bisa-bisa diikuti oleh orang lain. Buktinya sebelum ini orang membuat undangan perkawinan dengan disertai foto calon kedua pengantin. Ada yang berpakaian pengantin, ada yang berpose dengan pakaian adat. Namun ada yang berpose seolah sudah menjadi pengantin alias mereka berpelukan dan berpandangan dengan penuh arti. Tapi yang ironisnya foto mahal dan bagus hasilnya setelah waktu perkawinan berlalu undangan yang berisi foto-foto pangeran dan ratu sehari itu terlihat ada di tempat sampah, tercecer dijalanan, terinjak sepatu, terlindas motor dan mobil. Wah sayang ya. Masyarakat sudah mengetahui bahwa hal yang demikian itu tidaklah banyak manfaat untuk sang calon pengantin.

Kini hampir berkembang, dua orang calon pengantin menyematkan cincin perkawinan dengan cincin yang isinya darah keduanya. Maksudnya mungkin untuk tanda bahwa mereka saling mencintai dan darah itu menjadi tanda betapa luhurnya cinta mereka. Perkawinannya sukses sekali, banyak handai tolan hadir dari pemimpin atas sampai rakyat bawah semua menyaksikan dengan kagum, namun pertemuan para ulama pondok pesantren di suatu daerah menetapkan bahwa memakai cincin yang berisi darah keduanya adalah najis. Pendapat dari tokoh Majelis Ulama Islam Indonesia pun menilai bahwa pendapat ulama tersebut tidak salah dan dia pun mendukung untuk hal ini. Lalu kita bagaimana ya.

Oleh : Arief Karyapriana


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: