Oleh: jendelahatiku | Mei 27, 2010

JANGAN DEKATI ZINAH

Pada satu waktu di KRL jurusan luar Jakarta terlihat ibu-ibu saling melirik sambil tersenyum, hati saya terusik ingin tahu apa gerangan yang membuat mereka bergosip. Saya pun bertanya pada ibu disebelah : “ Ada apa sih bu kok kelihatannya saling melirik satu sama lain ?”. “Oh nggak pak, kami ini sedang memandang hiburan pelepas lelah sehabis dari kantor, itu lho yang di depan sana ada dua orang sedang memadu kasih”, kata ibu itu. “ Ah mungkin itu kan suami isteri yang saling mencintai , ya pantas dong mereka saling berdekatan”, kata saya. “ Tidak pak mereka itu bukan suami isteri, tapi memang sering bertemu dan nanti berhentinya pada stasiun yang berbeda”. Kata Ibu itu bersemangat

Saya tidak menambah pembicaraan itu tapi mengamati dengan seksama sedang apa sih mereka padahal kereta penuh dengan penumpang yang mau pulang ke rumah masing-masing yang ada di luar Jakarta. Kedua pasangan itu terlihat saling memandang dengan penuh kasih, tangan sang pria merangkul agar sang wanita tidak terjatuh bila kereta tiba-tiba menghentikan kecepatannya. Hmm sepertinya dunia milik berdua dan yang lain seolah tidak terlihat. Sebetulnya orang lain akan bangga melihat cinta kasih keduanya apabila mereka memang masih sama-sama belum berkeluarga. Tapi pandangan akan berbeda apabila diketahui salah satunya atau keduanya telah berkeluarga.

Memang benar firman Allah bahwa janganlah dekati zinah. Karena bila orang sudah mencoba mendekati rambu-rambu mendekati zinah maka terasa tidak ada rasa malu terlihat orang lain karena sudah tertutup oleh nafsu birahi yang sesaat. Mungkin apabila nafsu itu telah tersalurkan barulah ia sadar dan merasa itu salah tapi hal itu akan berulang kembali apabila kesempatan dan waktu ada dihadapannya. Nafsu untuk berzina seperti orang meminum air laut, terasa asin dan rasa haus itu akan muncul lagi tanpa bisa dihilangkan dan hal itu akan menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan dan dihentikan. Salah satu obat untuk tidak mendekati zina adalah cepat-cepatlah pulang kerumah kita, temui pasangan kita, peluklah ia, katakan padanya bahwa kita sangat mencintainya. Tentunya pasangan kita akan bertanya-tanya,” ada apa nih, tumben”.

Oleh : Arief Karyapriana


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: