Oleh: jendelahatiku | Mei 20, 2010

MASA PENSIUN

Saat Ia duduk merenung setelah pekerjaan kantor sudah ia selesaikan
Dia menatap ruangan sekeliling terasa tidak lama lagi akan Ia tinggalkan
Sebenarnya sudah menjadi urusan rutin untuk pegawai yang mulai merambah usia lima puluhan
Masa pensiun akan mulai mendatangi diri kita

Dia sendiri agak merasa kuatir mengingat hal ini
Wajar, mungkin bagi pegawai yang belum tahu apa yang akan dikerjakan selepas pensiun nanti
Mungkin untuk dirinya masih mampu untuk hidup namun bagaimana untuk anak-anaknya kelak
Sungguh selalu terpikir hal ini setiap waktu

Dia mencoba membaca cerita orang-orang yang menjalani masa pensiun
Ada yang berbahagia karena terbebas dari beban pekerjaan
Ada yang terhimpit oleh beban kehidupan yang tidak kuasa ia lepaskan
Tapi semua ini kan harus dijalankan

Dia memikirkan ketrampilan apa yang sudah ia miliki
Dia pernah mempunyai usaha tapi seringkali gagal
Dia pernah aktif di olahraga namun usia kan tidak dapat berprestasi lagi
Dia punya ketrampilan kerja tapi apakah masih ada yang memerlukannya

Dia mulai berpikir bahwa Ia sudah lama menekuni ibadah di Masjid
Dulu sering Ia menjadi muazin pada sholat Shubuh terasa mengasikkan
Dia pernah belajar tentang pendidikan Agama Islam dan Ia lulus sarjana di bidang Agama Islam
Sambil mengurus masjid Ia pun terkadang menjadi Khotib untuk sholat Jum’at

Pekerjaan mengurus Masjid membuat Ia nyaman hidup dilingkungan rumah
Tidak ada beban untuknya dan masyarakat seakan menerima apa yang ada pada dirinya
Hidup seakan berarti ketika sehabis sholat Shubuh bersama jamaah pulang dari masjid
Tertawa dan berbincang perihal yang ringan dan lucu membuat hati tentram

Mungkinkah jalan ini yang Allah pilihkan untuknya dalam menjalani masa pensiun
Kok Ia rasa pesimis sih
Tentu Allah akan membuat hidupnya terasa bermakna
Allah akan mengurus titipannya itu untuk menjadi orang yang beguna

Mungkin Ia belum mantap ya
Tapi waktulah yang akan membuktikan jalan Allah yang diberikan padanya
Tentu Ia harus mencari dan mencari jalan yang di ridhoi Nya
Tentu dengan hati yang penuh ketakwaan

Setelah Ia ketik kalimat demi kalimat di atas
Tak terasa beban hatinya mulai berkurang
Entah apa yang menguranginya ini
Mungkinkah Allah telah mengambil alih beban ini sedikit demi sedikit
Seperti penghasilan yang Ia miliki sekarang tentu akan berkurang setelah pensiun nanti
Tapi itu sudah merupakan kodrat Ilahi ya Robbi

Ia akan mencoba untuk menatap ke depan
Penuh optimis yang tinggi
Semua harus dijalankan dengan gagah berani
Tidak ada yang tidak bisa

Ia harus bisa dan bisa
Yang pertama harus bisa menguasai hati ini dulu
Karena hati adalah awal dari keberhasilan dan kekalahan
Ia harus berhasil mengatasi rintangan masa pensiun

Ia terkadang tertawa sendiri dalam hati
Kok ya bisa hidup selama ini dengan aman dan tentram
Kok ya bisa hidup tidak kekurangan tapi tidak berlebihan
Hehehehehe mungkin sang Khalik yang menaunginya

Kok ya tidak sangka dulu makan telur ceplok aja di bagi empat
Tapi kok bisa ya hidup sampai sekarang dan termasuk berhasil membesarkan anak
Mungkin karena ibunya membuat telor ceplok dengan berdoa kali
Dia berdoa agar telor ceploknya mampu mengenyangkan perut anaknya

Eh anak yang makan telor ceplok di bagi empat itu udah gede-gede
Udah sarjana lagi dan punya duit untuk beli telor ceplok tanpa dibagi-bagi
Bahkan mungkin bisa beli berbutir-butir telur
Aneh ya hidup ini

(Arief Karyapriana)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: