Oleh: jendelahatiku | April 20, 2010

KELUARGA YANG IKHLAS

Suatu sore dalam perjalanan kereta api KRL di Stasiun Jatinegara, ada seorang ibu beserta 2 orang anaknya masuk ke dalam gerbong kereta api dengan rebutan mengingat banyak penumpang yang naik karena kereta yang sebelumnya mogok di Stasiun Jatinegara. Ibu ini dengan susah payah menggendong anak perempuannya dan menjaga anak laki-laki nya berdiri di dekat pintu keluar gerbong, bukan karena ia tidak mau masuk ke dalam ruangan gerbong tapi karena begitu padat penumpang sehingga iya hanya bisa berdiri di dekat pintu keluar gerbong kereta api. Banyak penumpang memperhatikan perempuan ini dan ada yang mau bertegur sapa.

Penumpang lain : “Ibu mau ke mana nih”,
Sang Ibu : Oh saya dan anak-anak mau ke Bekasi untuk menemui suami di rumah kos, tapi tadi setelah tadi telepon ke suami, dia bilang sedang dalam perjalanan ke Surabaya”.
Penumpang lain : “ lho emangnya belum ada rencana sebelumnya mau ketemu suami”.
Sang ibu : “Awalnya suami pergi ke Surakarta dan telpon kalau dia akan segera kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan anak-anak dan menyuruh kami untuk ke Jakarta, tapi setelah dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta, suami saya mengabarkan kalau dia diperintahkan dari Surakarta berangkat ke Surabaya untuk mengerjakan pekerjaan kantor.
Penumpang lain : “ wah nanti siapa dong yang jemput ibu di Bekasi ?.
Sang ibu : “Ada saudara saya yang mau jemput dan mengantar ke rumah kost suami”
Penumpang lain : “Kasihan ibu ya, bawa anak-anak sudah jauh-jauh dari Surabaya eh sampai di Bekasi nggak ketemu suami”.
Sang ibu : “iya bu tapi saya senang kok, dan hal ini saya tanyakan kepada suami saya bahwa saya sudah jauh-jauh dari Surabaya dengan ongkos 1 juta rupiah tapi tidak bertemu suami, namun hal yang membesarkan hati adalah jawaban suami saya bahwa kejadian hari ini adalah sudah qodlo dari Allah Subhanahu wata’ala jauh sebelumnya kalau kami tidak bertemu pada hari ini. Saya dan anak-anak diharapkan ikhlas untuk menerima kejadian ini, mudah-mudahan ada hikmah yang diberikan sang Khalik untuk kami semua”.

Penumpang yang lain terdiam dan terharu mendengar penuturan sang ibu muda ini dan ada diantara penumpang yang memberikan air minum aqua dan roti kepada anak ibu ini dan sang ibu berkata kepada kedua anaknya : “Nak kita bersyukur ya, ada yang memberikan air minum dan roti pada kita karena memang minuman kita tumpah di kereta yang tadi, ayo kita mengucapkan apa nak ?. Anaknya pun menjawab : “Alhamdulillah”.

(Arief Karyapriana)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori