Oleh: jendelahatiku | Maret 26, 2008

Jalan Keluar dari Permasalahan

Suatu hari pada saat saya berada di depan di salah satu pintu di Masjidil Haram, saya melihat seorang lelaki dan wanita terlibat dalam pembicaraan yang serius seolah tampak terjadi perdebatan. Saya tertarik dengan kejadian ini lalu mencoba mendekati keduanya karena bukankan pada saat pelaksanaan haji tidak boleh terjadi saling bantah-bantahan. 

Setelah saya dekati rupanya keduanya adalah suami isteri yang tidak tahu arah kembali ke penginapannya. Saya pun menyapanya : “ Wahai bapak dan ibu apa yang sedang dimasalahkan, apakah saya bisa membantu untuk memecahkan persoalannya.” Si bapak ini pun menjawab : “ Pak, isteri saya ini tadi ingin mengambil air zamzam tapi terlalu lama tinggal di sumur zamzam sehingga kami tertinggal oleh rombongan kami, sedang kami tidak tahu jalan ke arah penginapan.” Si isteri pun tidak kalah menjawab kepada suaminya :” Mas, kan tadi aku sudah beritahu supaya kamu memberitahu teman-teman kita supaya menunggu kita kenapa mereka meninggalkan kita, harusnya kamu dong yang mencegahnya.” Si suami pun tak kalah berkelit : “ kamu sih yang terlalu lama hanya untuk mengambil Air Zamzam padahal kita masih lama pulang ke kampung. 

Si isteri pun hendak menimpali omongan sang suami tapi segera saya hentikan : “ Bapak dan Ibu mohon sabar, saat ini sedang dalam mengerjakan haji, kita semua harus saling menjaga hati dan mulut biar kita dapat menjalankan ibadah ini dengan khusyu.” Lalu sang suami pun berkata : “ Oh, maaf ya pak, kami ini sering bertengkar walaupun hanya hal yang sepele pada saat di tanah air,  mungkin ini teguran dari Allah kepada kami.” Terlihat keduanya merasa bersalah akan tingkah laku mereka selama ini dan mencoba memperbaiki keadaan mereka satu sama lain.

Saya pun mencoba memberi jalan keluar dengan berkata : “ Bapak dan Ibu , saya pun tidak tahu penginapan yang dimaksud karena saya baru pertama kali menunaikan haji dan datang ke tempat yang suci ini namun tentunya kita mempunyai Zat yang Maha Tahu Sang  Pencipta Alam Semesta yaitu Allah Subhanahu Wataala yang tentunya atas perkenannya bapak dan ibu  akan kembali ke penginapan semula. Mari kita masuk ke dalam Masjid dan sholat di depan Ka’bah, mudah-mudahan Allah memberikan jalan keluar dari permasalahan saat ini.”

Keduanya pun mengikuti apa yang saya katakan dan kurang lebih 20 meter dari Ka’bah saya meminta mereka sholat sunnah dan berdoa dengan khusyu meminta ampun atas kesalahan selama ini dan memohon dapat dipertemukan jalan pulang ke penginapan.

Terlihat khusyu mereka melakukan Sholat sunnah di depan Ka’bah, tak terasa rasa iba pun menghinggapi perasaan saya karena cobaan Allah rupanya sedang mereka alami. Kurang lebih setengah jam mereka berdo’a mereka bangun dan menghampiri saya dan menunggu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Lalu saya menyuruh mereka mengamati seluruh pintu-pintu Masjidil Haram, siapa tahu mereka mengenal tempat rombongan mereka biasanya berkumpul. Si suami menunjuk satu arah di depan saya dan mengatakan dia mengenal tempat itu biasa rombongannya berkumpul. Lalu saya pun membawa mereka ke arah yang ditunjuk yang letaknya cukup jauh walau di dalam Masjidil Haram. 

Setelah sampai ditempat yang ditunjuk saya pun meminta mereka untuk mengamati secara teliti tempat itu tiba-tiba si suami berkata :” Pak, ini dia tempat nya kami biasanya menuruni tangga ini dan berkumpul di dalamnya.” Sang isteri pun menambahkan : “ benar mas ini tempat teman-teman kita.” 

Setelah memastikan mereka telah berkumpul dengan rombongannya saya pun meninggalkan mereka dengan satu pelajaran bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan apabila kita memohon kepada Sang Pemilik untuk memberikan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi.

( Arief Karyapriana )


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: