Oleh: jendelahatiku | Maret 25, 2008

Do’a Si Miskin

Ada seorang kaya raya di Arab Saudi bernama Rafat yang dinyatakan oleh dokter mengidap sakit lever yang akut. Ia pun memeriksakan diri ke Rumah Sakit di luar negeri dan tetap dinyatakan akut serta ditambah lagi tidak boleh meninggalkan Rumah Sakit karena penyakitnya harus senantiasa dipantau . Rapat demikian sedih dan terasa tidak mempunyai waktu lagi untuk merasakan kehidupan di dunia yang selama ini dia nikmati dengan kekayaan yang berlimpah ruah. 

Di dalam keputusasaannya ia meminta ijin kepada Rumah Sakit untuk menemui sanak saudaranya di Arab Saudi untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang telah ia buat ketika bersama-sama sebelum ia terkena penyakit lever. Dokter dengan berat hati mengijinkan Rafat menemui sanak saudaranya  namun hanya 2 hari saja setelah itu harus segera kembali untuk pengawasan penyakit levernya itu.  

Rafat segera berangkat ke Arab Saudi dan satu demi satu sanak saudaranya dia temui untuk memberikan  maaf baginya selama ini telah hidup bersamanya. Hari pertama dia menemui famili yang dekat yang sekaligus silaturahmi dengan mereka. Semua terharu menyapanya karena merasa bahwa Rafat tidak lama lagi akan meninggalkan mereka. Pada hari kedua pada saat mobilnya sedang melaju di jalan di depan sebuah toko penjual daging dia melihat seorang wanita berpakaian lusuh masuk ke dalam toko itu. Rafat tertarik lalu menghentikan mobilnya dan ikut pula masuk pula kedalam toko penjual daging tersebut. 

Rafat berpikir bahwa wanita itu akan membeli daging di toko itu tapi ia kaget ternyata wanita berpakaian lusuh itu sedang mengambil tulang-tulang daging yang sudah di buang di tempat sampah  dan sedikit demi sedikit tulang itu di keroki untuk mengambil sisa daging yang masih menempel di tulang tersebut.
Timbul rasa iba di dalam hati Rafat dan ia mendekati wanita tersebut dan menyapanya : “ Wahai ibu untuk apa daging yang kau kerat dari tulang itu pada hal itu sudah dibuang di dalam tempat sampah “. Ibu itu menjawab ; “ Daging-daging ini akan aku bawa ke rumah untuk aku makan bersama anak-anakku karena sudah 3 hari kami belum makan.”
  

Rafat bertambah iba pada wanita itu lalu ia memanggil penjual daging itu seraya berkata : “ Tolong kau berikan daging kepada wanita ini 1 kg per minggu selama setahun dengan tanggunganku yang akan aku bayar tunai”. Wanita itu kaget dan lama menatap Rafat tanpa berkedip. Rafat berkata lagi kepada penjual daging :” Tolong kau berikan daging kepada wanita ini 2 kg setiap minggu dengan tanggunganku yang akan kubayar tunai “.  

Sang wanita pun tambah terbelalak dan langsung ia berdo’a “ : “ Ya Allah sungguh besar kasih sayang Mu, Engkau bawakan aku seorang dermawan yang membelikan ku daging untuk anak-anakku sebagai penyambung hidupku. Ya Allah lindungilah orang ini, peliharalah ia sebagai penghuni sorga Mu. Berilah ia kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah ia dari Siksa Neraka.”. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Rafat, wanita itupun berlalu menuju rumahnya untuk membuatkan makanan untuk anak-anaknya.  

Rafat menatap kepergian wanita berpakaian lusuh dengan terpana ia tidak menyangka akan diberikan do’a yang sangat menyentuh hatinya. Tiba-tiba hatinya demikian senang yang selama ini tidak pernah ia alami walaupun harta benda tidak terhitung tapi untuk mendapatkan kebahagian lahir dan batin tidak pernah ia dapatkan. Ia pun bergegas menemui sanak saudaranya dan menceritakan hal itu dengan penuh suka cita. Sanak saudaranya terheran-heran melihat betapa Rafat sangat menikmati kegembiraan itu seolah ia telah lepas dari rasa sakit yang senantiasa ia dapatkan. 

Setiap kali ia bertemu dengan orang-orang ia kenal ia selalu menceritakan perjumpaan dengan wanita di toko daging sehingga tak terasa waktu 2 hari sudah habis dan ia harus kembali ke RS tempat ia mengobati penyakit Lever nya yang sudah akut itu. Dokter Rumah Sakit memeriksa kembali kesehatan Rafat dengan penuh teliti karena telah diketahui bahwa Rafat sudah sulit untuk dapat di tolong lagi. 

Betapa kaget Dokter Rumah Sakit tersebut ketika hasil pemeriksaannya bahwa Lever Rafat sudah sembuh dan tidak terlihat bahwa ia pernah terkena penyakit Lever apalagi sudah dalam keadaan akut. Segera dokter itu pun memeriksa sekali lagi tapi hasil nya tetap seperti semula bahwa Rafat sudah sembuh. Rafat sangat gembira ketika dokter mengabarkan kesembuhannya dan senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena telah memberikan pertolongan kepada dirinya yang telah putus asa untuk meminta kesembuhan dirinya.  

Rafat pun kembali kepada keluarganya dengan penuh keyakinan akan sebuah bantuan tangan Ilahi atas kesembuhan dirinya melalui kedermawanan menolong orang lain yang sangat membutuhkannya. 

( Bobby Herwibowo ) 


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: