Oleh: jendelahatiku | Februari 15, 2008

Sedekah Bisa Menangkal Bencana dan Memanjangkan Umur

Kisah ini terjadi pada jaman Rasulullah SAW. Suatu ketika seorang pemanggul kayu bakar tiba-tiba hatinya terketuk. Sebungkus makanan        yang ia bawa sebagai persediaan diberikannya kepada orang lain.            Mungkin orang itu lebih membutuhkan dari pada dirinya sehingga ia memberikannya dengan senyum sebagai tanda ketenteraman dan ketulusan hatinya. Ya, si pemanggul kayu yang tak lebih hanyalah seorang lelaki biasa itu mengikhlaskannya tanpa menuntut ganti setimpal dari Allah.

Barangkali karena ketulusikhlasan itulah lelaki itu selamat dari bencana         atau malapetaka yang hendak mengancam jiwanya. Ya lelaki itu sejatinya ditakdirkan mati hari itu juga. Tetapi karena ia bersedekah, Allah membuat keputusan untuk mengubah takdirnya.

“ Aku diberitahu (malaikat) tadi pagi, bahwa kamu akan menemui ajal          siang tadi. Tapi kulihat kamu masih segar bugar. Apa yang telah kamu lakukan “ Tanya Rasulullah dengan heran kepada lelaki pemanggul kayu        itu. Maklum, Rasulullah sempat mengatakan kepada para sahabatnya    yang duduk bersama beliau di suatu pagi bahwa lelaki yang melintas di hadapannya itu nanti sore akan mati. Rasulullah mengatakan demikian karena diberi tahu malaikat.

Mendengar pertanyaan Rasulullah, lelaki itu berkisah ihwal kejadian yang barangkali telah ia lupakan. Ia berkisah bahwa di suatu pagi itu dirinya           telah menyedekahkan satu-satunya makanan kepada seseorang yang membutuhkan. Padahal di tengah pekerjaan memanggul kayu yang terbilang keras itu, tentu ia membutuhkan bekal untuk menguatkan energinya. Namun, rupanya hati lelaki itu sudah terpancari oleh sinar Ilahi sehingga dia terketuk untuk menyedekahkannya kepada orang lain.

Rasulullah terlihat bahagia mendengarkan penuturan lelaki itu. “Saat kayu-kayu bakar diletakkan, tiba-tiba seekor ular hitam keluar dari dalamnya,” kata lelaki itu melanjutkan ceritanya kepada Rasul. Rasulullah yang memandang lelaki itu dengan penuh hormat, kemudian menjelaskan        bahwa ular itulah yang sedianya akan mematuk. Namun karena ketulusikhlasannya bersedekah, semuanya menjadi berubah. Ular itu tak       jadi mematuk. Ya, ular itu hanya melintas. Tuhan telah mengubah takdirNya sendiri. Andaikan ia tak menyedekahkan makanan satu-satunya di suatu pagi yang dirahmati itu, mungkin Tuhan tetap bersikukuh menyuruh ular itu untuk mencabut nyawanya.

Hari itu mungkin menjadi hari yang cukup membahagiakan bagi lelaki pemanggul kayu itu. Hidup sungguh telah dirahmati. Sedekahnya         membawa ia menjalani hari-harinya dengan keteguhan iman dan takwa. Sisa hidupnya yang merupakan  “bonus” dari Allah, Ia habiskan hanya       untuk  menabur amal kebajikan kepada sesamanya.

Inilah salah satu rahasia dari sedekah. Tuhan telah menunjukkan kemahakuasaannya liwat kisah di atas yang sungguh amat menakjubkan. Bayangkan, seorang hamba yang ditakdirkan nyawanya melayang masih bisa bernafas dalam rentang waktu yang tak seorang pun tahu kecuali Tuhan sendiri. Melalui perantara sedekah, Allah menghendaki apa pun       bisa terjadi. Termasuk keselamatan jiwa lelaki pemanggul kayu itu.

( A. Yusrianto Elga )


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: