Oleh: jendelahatiku | Februari 3, 2008

Tidak Pernah Ingkar Janji

Dalam suatu riwayat, ada seorang nabi yang pernah berdialog dengan malaikat maut. Nabi Allah ini bermohon kepada malaikat maut, wahai malaikat maut, bila tiba waktunya engkau diperintah Allah untuk mencabut nyawaku, sudikah engkau menampakkan dirimu jauh-jauh hari sebelumnya untuk memperingatkanku. Malaikat maut pun spontan menjawab, “karena engkau Nabi Allah . aku akan penuhi permintaanmu itu “

Singkat cerita, setelah beberapa lama kemudian datanglah malaikat maut menjumpai sang nabi yang saat itu sedang lesehan melepaskan lelah, “ wahai nabi Allah, tibalah saatnya aku ditugaskan Allah untuk menjemputmu”. Dengan keheranan nabi itu pun bertanya, “bukankah engkau telah berjanji padaku akan memperingatkan aku jauh-jauh hari sebelum saat ini terjadi ? Mengapa engkau sekarang ingkar janji

Kata malaikat maut, ‘wahai Nabi Allah, sebenarnya aku ini tidak pernah ingkar janji, hanya engkau saja yang tidak menyadari. Bukankah aku telah menampakkan diriku berkali-kali ketika mengunjungi umatmu ? bukankah baru kemarin aku datang menjemput keponakanmu sementara engkau berada di sana? Apakah engkau tidak menyadari bahwa saat itu akulah yang datang ?” malaikat maut berbalik bertanya.

Mudah-mudahan kisah ini dapat mengingatkan kita, bila kita melihat ada kematian, perlu kita sadari, bahwa kejadian itu merupakan peringatan dari malaikat maut yang ditujukan kepada kita. Malaikat maut secara tersirat memberi isyarat pada kita, bahwa giliran kita pun akan segera menyusul

Allah telah berfirman dalam S. Al Anbiya ayat 35 :
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan ( yang sebenar-benarnya ) dan hanya kepada kami lah kamu dikembalikan.”

Di dalam riwayat lain yang terdapat pada kitab Zahri Riyadh, disebutkan bahwa Nabi Yakub bersahabat dengan malaikat maut.

Suatu ketika malaikat maut datang mengunjunginya. Yakub bertanya kepadanya, “ hai malaikat maut, engkau datang sekedar mengunjungiku atau hendak mencabut nyawaku ?   Malaikat maut pun menjawab, “aku hanya datang berkunjung”.  lalu Yakub bertanya lagi. “aku mohon engkau mau memenuhi satu permintaanku.  “Apakah permintaanmu itu, wahai      Nabi Allah ?  “Bila ajalku telah mendekat, tolong engkau beritahukan           padaku sebelumnya.“ Baiklah, nanti akan aku kirimkan kepadamu dua    atau tiga orang utusan.”

Ketika Yakub sampai ajalnya, datanglah malaikat maut padanya dan sebagaimana biasanya Yakub pun bertanya, “
Apakah kamu hanya berkunjung atau hendak mencabut nyawaku.
Kali ini aku datang diperintah Allah untuk mencabut nyawamu.
Dengan keheranan Yakub pun bertanya, “Bukankah engkau telah berjanji padaku akan mengirimkan dua atau tiga utusan ?”

“Benar ! dan hal itu telah aku lakukan. Keputihan rambutmu setelah hitam sebelumnya. Kelemahan tubuhmu setelah kuat sebelumnya, dan kebongkokan tubuhmu setelah tegak sebelumnya. “Tidakkah engkau        sadar bahwa semua itu adalah utusanku pada anak Adam sebelum mati ?

Rupanya hal ini jarang disadari oleh kebanyakan orang bahwa uban yang muncul di kepala kita, tubuh yang berada menjadi lebih lemah      dibandingkan saat muda dulu, merupakan “utusan” yang menyampaikan signal bahwa sudah waktunya kital memperhitungkan saat kematian kita.

Allah telah berfirman dalam Surat Al Munafiqun : 11                                   “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Rasulullah SAW bersabda : “ Manusia yang paling cerdik ialah yang terbanyak mengingat kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah yang benar-benar cerdik, dan mereka akan perghi kea lam baka dengan membawa kemulyaan dunia serta kemuliaan akhirat. ( H.R. Tirmidzi, Ibn. Majah dan Hakim )

Seorang sufi yang hidup pada abad kesepuluh yaitu Abu Hamzah                Al Khurasani mengatakan, “barang siapa telah merasakan ingat kematian maka Allah akan menjadikan ia senang mencari pahala dan benci       terhadap dosa”.

Rasulullah SAW sendiri ketika ditanya oleh sahabat, : “ Ya Rasulullah, apakah ada orang yang dikumpulkan bersama syuhada di akhirat nanti ?” maka nabi menjawab, “ Ya ada. Yaitu orang yang selalu mengingat mati     dua puluh kali dalam sehari.”

( Sentuhan Kalbu  Melalui Kultum )


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: